Inovasi Mahasiswa Peternakan UMS Rappang: Urin Sapi Jadi Pupuk Organik Rumput Biograss

INFO TERKINI57 Dilihat

WANUAMILENIALTODAY, SIDRAP – Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi (FAST) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) kembali menggelar Seminar Hasil sebagai bagian dari tahapan akademik mahasiswa menuju penyelesaian studi. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Seminar FAST UMS Rappang, Kamis (11/6/2026).

Pada kesempatan tersebut, mahasiswa Prodi Peternakan, Mariadi, mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul “Respon Pertum buhan Rumput Biograss (Pennisetum purpureum cv. Biograss) yang Dipupuk dengan Urin Sapi pada Level yang Berbeda”.

Seminar hasil ini dihadiri oleh tim penguji yang terdiri atas Ketua Penguji Dr. Musdalifa Mansur, S.Pt., M.Si., Sekretaris Armayani, M.Si., Penelaah Angga Nugraha, S.Pt., M.Pt., serta dosen pembimbing Muh. Irwan, S.Pt., M.Si. sebagai Pembimbing I dan Dr. Nurul Purnomo, S.Pt., M.Si. sebagai Pembimbing II.

Baca Juga :  Turnamen Gel Blaster Sidrap: Ajang Kompetisi Sekaligus Peluang Pelaku UMKM 

Dalam pemaparannya, Mariadi menjelaskan bahwa penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui sekaligus menentukan level pemberian urin sapi yang paling efektif sebagai pupuk organik cair dalam meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas rumput Biograss. Urin sapi dipilih karena mengandung nitrogen (N) dan berbagai unsur hara penting yang dibutuhkan tanaman.

“Penelitian ini menguji beberapa level pemberian urin sapi untuk melihat pengaruhnya terhadap pertumbuhan rumput Biograss sebagai salah satu sumber hijauan pakan ternak,” ujarnya.

Adapun variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang daun, berat segar tanaman, hingga rasio batang dan daun. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi mengenai dosis optimal urin sapi yang mampu menghasilkan pertumbuhan rumput Biograss secara maksimal.

Baca Juga :  Karang Taruna Sidrap Apresiasi Pemerintah Daerah Raih Terbaik I Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting Tingkat Sulawesi

Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi solusi alternatif dalam mengurangi ketergantungan peternak terhadap pupuk anorganik yang harganya relatif tinggi. Pemanfaatan limbah urin sapi sebagai pupuk organik dinilai mampu mendukung sistem peternakan yang lebih efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Mariadi menjelaskan bahwa hijauan pakan merupakan komponen utama dalam usaha peternakan ruminansia karena berfungsi sebagai sumber nutrisi dasar yang sangat menentukan pertumbuhan, produktivitas, dan efisiensi ternak. Oleh karena itu, ketersediaan hijauan berkualitas dalam jumlah yang cukup menjadi faktor penting dalam keberhasilan usaha peternakan.

Sementara itu, Ketua Penguji Dr. Musdalifa Mansur, S.Pt., M.Si. mengapresiasi penelitian yang dilakukan mahasiswa karena mengangkat pemanfaatan limbah ternak menjadi produk yang bernilai guna bagi sektor peternakan.

Baca Juga :  Peserta P2P Bawaslu Sidrap Bedah Laporan Kasus: Mampu Bedakan Syarat Formal dan Materiil Pelanggaran serta menentukan jenis pelanggaran   

Menurutnya, penelitian semacam ini sangat relevan dengan kebutuhan peternak saat ini, terutama dalam upaya menekan biaya produksi sekaligus menerapkan konsep pertanian dan peternakan berkelanjutan.

“Melalui penelitian ini, mahasiswa tidak hanya menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga menawarkan solusi yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat peternak. Kami berharap hasil penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan menjadi referensi bagi penelitian berikutnya,” ujar Dr. Musdalifa.

Seminar hasil berlangsung dengan lancar dan diwarnai sesi diskusi interaktif antara mahasiswa dengan tim penguji. Berbagai masukan dan saran diberikan sebagai penyempurnaan penelitian sebelum memasuki tahap ujian akhir skripsi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *