_PBL II Dimulai, Mahasiswa Adminkes UMS Rappang Siapkan Solusi Persoalan Kesehatan Masyarakat 

WANUAMILENIALTODAY, SIDRAP – Sebanyak 39 mahasiswa Program Studi Administrasi Kesehatan (Adminkes), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) resmi mengikuti pembekalan sekaligus pelepasan peserta Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) II yang digelar di Gedung Perkuliahan Adminkes UMS Rappang, Senin (27/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bekal akhir bagi mahasiswa sebelum diterjunkan ke sejumlah desa di…

WANUAMILENIALTODAY, SIDRAP – Sebanyak 39 mahasiswa Program Studi Administrasi Kesehatan (Adminkes), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) resmi mengikuti pembekalan sekaligus pelepasan peserta Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) II yang digelar di Gedung Perkuliahan Adminkes UMS Rappang, Senin (27/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bekal akhir bagi mahasiswa sebelum diterjunkan ke sejumlah desa di Kabupaten Enrekang untuk melaksanakan program intervensi kesehatan berbasis hasil identifikasi masalah yang telah dilakukan pada PBL I.

Acara dibuka sekaligus melepas peserta oleh Wakil Rektor I UMS Rappang, Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si. Turut hadir Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Dr. apt. Pratiwi Ramlan, S.Farm., M.A.P., Wakil Dekan I Muhammad Rusdi, S.Ag., M.Adm.KP., Wakil Dekan II Khaeriyah Adri, S.KM., M.Kes., serta Ketua Program Studi Administrasi Kesehatan Zulkarnain Sulaiman, S.KM., M.Kes.

Baca Juga :  Temui Ketua Golkar Sulawesi Selatan, Ismail Aksa terpanggil dan komitmen besarkan Partai Golkar menuju kejayaan di Sidrap

Dalam arahannya, pihak fakultas berharap mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan melalui program intervensi yang tepat sasaran dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Salah seorang mahasiswa peserta PBL II, Ahmad Safwan, mengatakan kelompoknya telah menyelesaikan pemetaan masalah kesehatan masyarakat saat pelaksanaan PBL I di Desa Bambapuang, Kabupaten Enrekang.

Menurutnya, persoalan utama yang ditemukan adalah terkait pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat.

“Pada PBL pertama kami turun untuk mengumpulkan data dan menentukan prioritas masalah. Dari hasil tersebut, persoalan sampah menjadi salah satu masalah utama di Desa Bambapuang. Melalui PBL II ini kami akan melaksanakan program intervensi yang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Safwan menambahkan, pembekalan yang diberikan dosen dan pihak kampus menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebelum mengimplementasikan berbagai program kerja di lapangan.

Baca Juga :  Wabup Nurkanaah Pimpin Rapat Persiapan HUT Ke-81 RI, Matangkan Teknis Pelaksanaan Kegiatan

Sementara itu, mahasiswa lainnya, Muhammad Sahlan, menjelaskan bahwa kelompoknya akan mulai turun ke lokasi PBL II pada Rabu (29/7/2026). Program yang akan dijalankan merupakan tindak lanjut dari hasil identifikasi masalah pada PBL sebelumnya.

Ia mengungkapkan, kelompoknya telah menyiapkan dua program utama, yakni edukasi pengelolaan sampah dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah dasar.

“Kami akan memberikan contoh pengelolaan kebersihan lingkungan kepada masyarakat serta melakukan edukasi PHBS kepada siswa sekolah dasar agar sejak dini mereka memahami pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Desa, Muhammad Fardan, menyampaikan bahwa kelompoknya menemukan sejumlah persoalan kesehatan yang memerlukan penanganan melalui edukasi kepada masyarakat.

Beberapa permasalahan yang menjadi prioritas di antaranya tingginya konsumsi mi instan, banyaknya warga yang mengalami gejala batuk dalam satu tahun terakhir, serta masih adanya kebiasaan membakar sampah.

Baca Juga :  UMS Rappang Pacu Peningkatan Mutu, BPM Siapkan Audit Internal hingga Pendampingan Akreditasi 

Untuk menjawab persoalan tersebut, mahasiswa telah menyiapkan sejumlah program intervensi berupa sosialisasi kepada siswa sekolah dasar, edukasi pada kegiatan Posyandu, hingga pembuatan video edukasi mengenai pola hidup sehat dan pengelolaan sampah yang akan disebarluaskan melalui grup komunikasi masyarakat.

“Harapan kami, program yang dilaksanakan selama PBL II tidak hanya menyelesaikan persoalan jangka pendek, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan,” kata Fardan.

Melalui kegiatan PBL II ini, mahasiswa Administrasi Kesehatan UMS Rappang diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu akademik dengan praktik lapangan, sekaligus menjadi agen perubahan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About the Author

Easy WordPress Websites Builder: Versatile Demos for Blogs, News, eCommerce and More – One-Click Import, No Coding! 1000+ Ready-made Templates for Stunning Newspaper, Magazine, Blog, and Publishing Websites.