Baitul Arqam UMS Rappang, Pimpinan Didorong Bangun Regenerasi Berkelanjutan

WANUAMILENIALTODAY,SIDRAP – Regenerasi kepemimpinan menjadi salah satu kunci keberlanjutan gerakan Muhammadiyah. Hal itu menjadi fokus pembahasan dalam sesi kedelapan Baitul Arqam Pimpinan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) yang berlangsung di Villa Kincir, Kabupaten Sidenreng Rappang, Rabu (15/7/2026). Materi bertajuk “Revitalisasi Kader Muhammadiyah” disampaikan oleh Sitti Chaerani Djaya, S.Sos., M.Pd. Sebagai bagian dari penguatan ideologi,…

WANUAMILENIALTODAY,SIDRAP – Regenerasi kepemimpinan menjadi salah satu kunci keberlanjutan gerakan Muhammadiyah. Hal itu menjadi fokus pembahasan dalam sesi kedelapan Baitul Arqam Pimpinan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) yang berlangsung di Villa Kincir, Kabupaten Sidenreng Rappang, Rabu (15/7/2026).

Materi bertajuk “Revitalisasi Kader Muhammadiyah” disampaikan oleh Sitti Chaerani Djaya, S.Sos., M.Pd. Sebagai bagian dari penguatan ideologi, kepemimpinan, dan sistem kaderisasi di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Dalam pemaparannya, Sitti Chaerani menegaskan bahwa revitalisasi kader merupakan langkah strategis untuk memastikan estafet kepemimpinan Muhammadiyah berjalan secara berkesinambungan di tengah dinamika dan tantangan zaman.

“Revitalisasi kader bukan sekadar menambah jumlah kader, tetapi membangun kualitas kepemimpinan yang berkarakter, berintegritas, serta mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam setiap pengabdian. Kader yang baik adalah mereka yang siap melanjutkan perjuangan Persyarikatan dengan kompetensi dan keteladanan,” ujarnya.

Baca Juga :  Sabet Reviewer Certificate 2026, Dosen UMS Rappang Tembus Jurnal Internasional Q2

Ia menjelaskan, materi yang disampaikan mencakup urgensi revitalisasi kader, profil dan karakter kader Muhammadiyah, strategi penguatan kaderisasi di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), hingga peran strategis pimpinan dalam membangun sistem kaderisasi yang terencana, sistematis, dan berkelanjutan.

Menurutnya, pimpinan memiliki tanggung jawab besar untuk menciptakan ekosistem yang mampu melahirkan kader-kader unggul melalui proses pembinaan yang berkesinambungan.

“Setiap pimpinan harus menjadi teladan sekaligus pembina kader. Regenerasi tidak boleh berjalan secara alamiah semata, tetapi harus dirancang melalui sistem yang jelas agar nilai-nilai Muhammadiyah tetap hidup dan berkembang dari satu generasi ke generasi berikutnya,” katanya.

Selama sesi berlangsung, peserta juga diajak berdiskusi mengenai tantangan kaderisasi di era digital, penguatan budaya organisasi, serta pentingnya kolaborasi antara Persyarikatan Muhammadiyah dengan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dalam mencetak kader yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri Muhammadiyah.

Baca Juga :  Antrian Kendaraan Besar di SPBU Tak Berujung, Plt Caretaker KNPI Sidrap Desak Pembenahan Kuota BBM

Melalui materi ini, para pimpinan UMS Rappang diharapkan semakin memperkuat komitmen dalam membangun budaya organisasi yang kondusif bagi lahirnya kader-kader unggul, memperkuat kepemimpinan kolektif, serta meningkatkan sinergi antarlembaga di lingkungan Persyarikatan.

Kegiatan Baitul Arqam Pimpinan UMS Rappang sendiri menjadi bagian dari upaya penguatan ideologi, karakter kepemimpinan, dan tata kelola kelembagaan berbasis nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Melalui rangkaian materi tersebut, diharapkan lahir pemimpin-pemimpin Muhammadiyah yang profesional, berintegritas, serta mampu membawa kemajuan bagi UMS Rappang, Persyarikatan Muhammadiyah, dan dunia pendidikan tinggi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *