WANUAMILENIALTODAY, SIDRAP – Aswandi Putra dan Arma Haris resmi terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) untuk periode 2026-2027.
Terpilihnya pasangan tersebut diharapkan membawa semangat baru dalam memperkuat peran organisasi kemahasiswaan sebagai wadah pengembangan kepemimpinan, penyalur aspirasi, serta mitra strategis fakultas dalam mendukung berbagai program akademik dan kemahasiswaan.
Saat dikonfirmasi pada Jumat (31/7/2026), Ketua BEM FISIP terpilih, Aswandi Putra, mengaku bersyukur atas amanah yang diberikan oleh mahasiswa FISIP.
“Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur sekaligus menyadari bahwa amanah ini adalah tanggung jawab yang besar. Terpilih bukan berarti saya lebih baik dari yang lain, tetapi saya diberi kepercayaan untuk mengabdi. Karena itu, saya ingin bekerja bersama seluruh mahasiswa, bukan bekerja sendiri,” ujarnya.
Aswandi mengungkapkan, keputusannya maju sebagai calon Ketua BEM didorong oleh keinginan menghadirkan organisasi yang lebih dekat dengan kebutuhan mahasiswa.
“Motivasi saya sederhana, yaitu ingin menghadirkan BEM yang benar-benar dekat dengan mahasiswa. Saya melihat masih banyak potensi yang bisa dikembangkan dan aspirasi yang perlu diperjuangkan. Saya ingin menjadi bagian dari perubahan itu, bukan hanya mengkritik dari luar, tetapi ikut mengambil tanggung jawab untuk memperbaikinya,” katanya.
Dalam satu periode kepengurusan, Aswandi membawa visi menjadikan BEM FISIP sebagai organisasi yang aktif, aspiratif, dan berintegritas. Menurutnya, BEM harus menjadi ruang bagi seluruh mahasiswa untuk mengembangkan potensi, menyampaikan aspirasi, sekaligus berkolaborasi menciptakan perubahan positif, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.
Untuk mewujudkan visi tersebut, sejumlah program prioritas telah disiapkan. Di antaranya memperkuat pengembangan kapasitas mahasiswa melalui pelatihan dan forum diskusi, meningkatkan pelayanan terhadap aspirasi mahasiswa, mempererat sinergi dengan seluruh organisasi kemahasiswaan di FISIP, serta menghadirkan program pengabdian masyarakat yang memberikan manfaat.
Ia menegaskan, setiap program kerja akan disusun berdasarkan kebutuhan mahasiswa, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Kami akan membuka ruang aspirasi secara rutin, melakukan evaluasi terhadap setiap kegiatan, dan memastikan setiap program memiliki tujuan yang jelas serta manfaat yang benar-benar dirasakan oleh mahasiswa,” jelasnya.
Menurut Aswandi, sosok pemimpin mahasiswa yang ideal adalah pemimpin yang mampu mendengar, merangkul seluruh elemen mahasiswa, berani mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas setiap kebijakan yang diambil.
“Pemimpin juga harus menjadi teladan dalam sikap, bukan hanya pandai berbicara, tetapi mampu membuktikannya melalui tindakan nyata,” ucapnya.
Dalam membangun komunikasi dengan mahasiswa maupun pihak fakultas, Aswandi menekankan pentingnya keterbukaan dan dialog yang berkelanjutan.
“Dengan mahasiswa kami akan aktif membuka ruang diskusi, menerima kritik dan saran. Sementara dengan pihak fakultas, kami ingin membangun hubungan yang harmonis agar setiap aspirasi mahasiswa dapat disampaikan dengan baik dan dicarikan solusi bersama,” katanya.
Ia menilai, salah satu tantangan terbesar mahasiswa FISIP saat ini adalah masih rendahnya partisipasi dalam organisasi kemahasiswaan dan penyampaian aspirasi.
Karena itu, BEM FISIP ke depan akan berupaya menciptakan organisasi yang lebih terbuka, inklusif, dan menghadirkan program-program yang relevan sehingga mahasiswa merasa memiliki dan terdorong untuk terlibat aktif.
Menutup keterangannya, Aswandi berharap BEM FISIP UMS Rappang mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh mahasiswa sekaligus melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang berkualitas.
“Saya berharap kepengurusan ini tidak hanya dikenang karena banyaknya program kerja yang dilaksanakan, tetapi karena manfaat yang benar-benar dirasakan oleh mahasiswa dan masyarakat,” pungkasnya.
















