Mahasiswa KKN UNHAS Latih Peserta BBPPKS Makassar di Desa Buae, Kenalkan Bakteri Baik dan Praktik Pembuatan Yogurt Cegah Stunting

WANUAMILENIALTODAY, SIDRAP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (UNHAS) yang bertugas di Desa Buae, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), memberikan materi edukasi kesehatan kepada peserta Pelatihan Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesejahteraan Sosial yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar, Rabu (5/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di…

WANUAMILENIALTODAY, SIDRAP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (UNHAS) yang bertugas di Desa Buae, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), memberikan materi edukasi kesehatan kepada peserta Pelatihan Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesejahteraan Sosial yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lokasi pelatihan tersebut diikuti peserta dari unsur pilar sosial dan kader masyarakat. Materi yang dibawakan mahasiswa KKN berfokus pada pentingnya menjaga kesehatan melalui pemahaman tentang bakteri baik dan bakteri jahat, serta kaitannya dengan berbagai penyakit, khususnya stunting yang masih menjadi perhatian pemerintah.

Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa tidak semua bakteri bersifat merugikan. Bakteri baik memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam tubuh, terutama pada sistem pencernaan, sedangkan bakteri jahat dapat memicu berbagai penyakit apabila kebersihan dan pola hidup sehat tidak diterapkan dengan baik.

Baca Juga :  Dulu Cari Rotan dan Jalan Kaki 30 Km, Mantan Anak Panti Ini Kini Resmi Dikukuhkan Jadi Profesor di UMS Rappang

Selain penyampaian teori, peserta juga diajak mengikuti praktik langsung pembuatan yogurt sebagai salah satu sumber probiotik alami yang mengandung bakteri baik. Yogurt dinilai bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan, meningkatkan keseimbangan mikrobiota usus, serta mendukung kesehatan tubuh apabila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang sehat.

Mahasiswa KKN UNHAS juga mengingatkan peserta mengenai pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Setidaknya terdapat lima kebiasaan sederhana yang harus selalu diperhatikan untuk mencegah penyebaran penyakit, yaitu mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, menguras bak penampungan air secara rutin, menutup makanan agar terhindar dari kontaminasi, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai langkah pencegahan berbagai penyakit menular.

Baca Juga :  Baitul Arqam UMS Rappang, Pimpinan Didorong Bangun Regenerasi Berkelanjutan

Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi, baik saat menerima materi maupun ketika praktik membuat yogurt. Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai manfaat bakteri baik bagi kesehatan keluarga serta cara menerapkan pola hidup sehat di lingkungan masing-masing.

Kegiatan edukasi tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN UNHAS dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan masyarakat. Melalui kolaborasi dengan BBPPKS Makassar, diharapkan para peserta pelatihan dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat dengan menyebarluaskan pengetahuan mengenai pencegahan stunting, pentingnya konsumsi pangan sehat, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *