Dari Kata Menjadi Gerakan,Dr Abdul Jabbar Ketua Karang Taruna Kab.Sidrap Bekali Penggiat P4GN Strategi Komunikasi Antinarkoba

WANUAMILENIALTODAY, SIDRAP – Ketua Karang Taruna Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Dr. Abdul Jabbar, yang juga menjabat Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), membekali peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggiat P4GN yang digelar BNN Kabupaten Sidrap dengan materi public speaking, Senin (13/10/2026). Dalam pemaparannya, Abdul Jabbar menekankan…

WANUAMILENIALTODAY, SIDRAP – Ketua Karang Taruna Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Dr. Abdul Jabbar, yang juga menjabat Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), membekali peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggiat P4GN yang digelar BNN Kabupaten Sidrap dengan materi public speaking, Senin (13/10/2026).

Dalam pemaparannya, Abdul Jabbar menekankan pentingnya kemampuan komunikasi publik bagi penggiat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Menurutnya, penggiat tidak cukup hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga harus mampu menyampaikan pesan secara efektif agar dapat mengedukasi, menginspirasi, dan menggerakkan masyarakat untuk terlibat dalam upaya pencegahan.

Ia menjelaskan, public speaking yang efektif harus dibangun melalui tiga prinsip utama, yakni berani, jelas, dan berdampak. Pesan yang disampaikan perlu mudah dipahami, relevan dengan kondisi audiens, serta mampu menumbuhkan keyakinan sehingga mendorong perubahan sikap dan perilaku.

Baca Juga :  Surianto Terpilih Pimpin PBVSI Sidrap Periode 2026-2030, Siap Hadapi Porprov Bone-Wajo dengan target medali Emas

“Pokok persoalan harus dipahami secara menyeluruh sebelum kita menyampaikan pesan. Kita juga perlu mengenali karakter dan kebutuhan audiens agar komunikasi yang dibangun tepat sasaran,” menjadi inti materi yang disampaikan Abdul Jabbar.

Ia juga menguraikan pentingnya pendekatan persuasif dengan memperhatikan unsur visual, vokal, dan verbal. Ekspresi wajah, senyum, intonasi suara, serta pilihan kata menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan dengan audiens. Pesan juga perlu disusun secara terarah dan mudah diingat agar tujuan komunikasi dapat tercapai.

Bagi penggiat P4GN, kemampuan tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi beragam kelompok masyarakat. Komunikasi yang baik tidak hanya menyampaikan informasi tentang bahaya narkoba, tetapi juga membangun kesadaran, kepedulian, dan kemauan masyarakat untuk mengambil peran dalam pencegahan.

Baca Juga :  Tingkatkan Layanan, Puskesmas Pangkajene Hadirkan Tujuh Inovasi Berbasis Kebutuhan Masyarakat

Abdul Jabbar menegaskan bahwa menjadi penggiat P4GN merupakan bentuk pengabdian mulia yang harus dijalankan dengan ketulusan dan kepedulian. Semangat tersebut perlu diwujudkan melalui edukasi berkelanjutan dan gerakan bersama di tengah masyarakat.

“Kita berbicara karena kita peduli, dan kita bergerak karena ingin menyelamatkan masa depan bangsa. Mari bersama-sama melawan narkoba menuju Indonesia Bersinar,” menjadi pesan utama yang ditekankan dalam materi tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *