Komunitas Insan Demokrasi Nene Mallomo Resmi Lahir, Sayap Pengawasan Bawaslu Sidrap Makin Kokoh

Wanuamilenialtoday, SIDRAP – Langkah strategis memperkuat pengawasan dan demokrasi di Kabupaten Sidenreng Rappang kembali diwujudkan. Komunitas Insan Demokrasi Nene Mallomo secara resmi dibentuk dan dideklarasikan sebagai bagian dari keluarga besar atau underbow Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sidrap. Kehadiran komunitas ini menjadi tonggak baru, berfungsi sebagai wadah kolaborasi, kemitraan, serta pusat komunikasi dan interaksi…

Wanuamilenialtoday, SIDRAP – Langkah strategis memperkuat pengawasan dan demokrasi di Kabupaten Sidenreng Rappang kembali diwujudkan. Komunitas Insan Demokrasi Nene Mallomo secara resmi dibentuk dan dideklarasikan sebagai bagian dari keluarga besar atau underbow Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sidrap. Kehadiran komunitas ini menjadi tonggak baru, berfungsi sebagai wadah kolaborasi, kemitraan, serta pusat komunikasi dan interaksi bagi seluruh elemen masyarakat yang peduli dan mengawal perkembangan demokrasi di daerah ini. Pembentukan ini menjadi bukti nyata perluasan jangkauan pengawasan yang tidak lagi hanya bertumpu pada penyelenggara, tetapi melibatkan kekuatan rakyat secara luas.

Andi Uni, yang ditetapkan sebagai Koordinator Komunitas Insan Demokrasi Nene Mallomo, mengungkapkan bahwa berdirinya komunitas ini berangkat dari semangat dan hasil pembinaan dalam program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang telah digelar Bawaslu Sidrap . Menurutnya, pendidikan yang diberikan tidak hanya berhenti pada pemahaman teori dan teknis, tetapi harus melahirkan kekuatan nyata yang terus bergerak. “Komunitas ini lahir dari inisiasi program P2P. Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi, maka perlu ada wadah agar semangat itu tidak hilang, melainkan terorganisir dan bisa bermitra secara resmi dengan Bawaslu dalam mengawal setiap tahapan demokrasi ke depan,” ujar Andi Uni usai foto bersama peresmian komunitas.

Baca Juga :  Willem Wandik Jadi Inspektur Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Dorong Terwujudnya Tolikara RAMAH

Keunikan dan kekuatan utama komunitas ini terletak pada keberagaman anggotanya yang sangat luas dan merata dari berbagai lapisan. Di dalamnya tergabung tokoh pemuda, tokoh masyarakat, aktivis, mahasiswa, hingga para pemerhati isu politik dan demokrasi. Yang paling menarik, keanggotaan ini melintasi batas profesi dan latar belakang: mulai dari kurir online, tenaga pendidik/dosen, ibu rumah tangga,Pelajar dan mahasiswa hingga mantan penyelenggara pemilu tingkat Ad Hoc yang memiliki pengalaman langsung di lapangan. Perpaduan latar belakang yang berbeda ini justru menjadi modal besar, karena membawa beragam perspektif, pengetahuan, dan pengalaman yang saling melengkapi dalam memandang dan mengawal proses demokrasi.

Sebagai mitra strategis Bawaslu, Insan Demokrasi Nene Mallomo memiliki peran vital sebagai mata, telinga, dan perpanjangan tangan di tengah masyarakat. Dengan beragam latar belakang yang dimiliki anggotanya, komunitas ini diharapkan mampu menjangkau wilayah dan kalangan yang lebih luas, mendeteksi potensi kerawanan sejak dini, serta melakukan pencegahan pelanggaran secara persuasif dan edukatif. Kehadiran mantan penyelenggara memberikan kekuatan teknis pemahaman aturan, sementara unsur anak muda dan profesi umum memberikan keluwesan dan kedekatan emosional dengan masyarakat luas, menjadikan pengawasan semakin hidup dan menyeluruh.

Baca Juga :  DPC IWAPI Sidrap Ucapkan Selamat, Dukung Kepemimpinan Ainun Jariah Pimpin IWAPI Sulsel Periode 2026–2031

Pembentukan komunitas ini disambut positif sebagai langkah paling adaptif dan tepat guna, terutama di tengah perubahan aturan pasca Putusan MK yang memisahkan jadwal Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal. Dengan semboyan kebersamaan, Insan Demokrasi Nene Mallomo berkomitmen untuk menjadi jembatan aspirasi, menjaga persatuan, dan memastikan setiap proses politik berjalan jujur dan adil. Bawaslu Sidrap menilai keberadaan komunitas ini adalah aset berharga, membuktikan bahwa demokrasi yang kuat lahir bukan hanya dari lembaga, melainkan dari kesadaran dan partisipasi aktif warga negara yang bersatu padu menjaga kedaulatan rakyat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *