WANUAMILENIALTODAY, SIDRAP – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Assikolaki Formasi Mallomo bekerja sama dengan Program Studi (Prodi) Vokasional Seni Kuliner Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menggelar pelatihan pengolahan produk unggas bagi ibu-ibu dan remaja putri di Kabupaten Sidrap.
Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang, Senin (8/6/2026), merupakan bagian dari program Tailor Made Training Pengolahan Produk Unggas hasil kerja sama BBPVP Makassar dengan Yayasan Formasi Mallomo.
Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Ketua Yayasan Formasi Mallomo, Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si. Turut hadir Ketua Prodi Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang, Damayanti Trisnasari, S.Pd., M.Pd., yang juga bertindak sebagai instruktur utama, serta Safitri yang mewakili Kepala PKBM Assikolaki.
Ketua Yayasan Formasi Mallomo, Dr. M. Rais Rahmat Razak, mengatakan pelatihan ini merupakan bentuk kepercayaan yang diberikan Kementerian Ketenagakerjaan kepada pihaknya untuk meningkatkan keterampilan masyarakat melalui program pengembangan kompetensi berbasis vokasi.
“Program ini bertujuan melahirkan wirausaha-wirausaha baru yang memiliki keterampilan dan kemampuan usaha. Karena itu kegiatan ini masuk dalam program peningkatan keterampilan atau skill hub yang mendorong peserta mengembangkan minat dan bakat yang mereka miliki,” ujar Dr. Rais.
Menurutnya, sebanyak 16 peserta mengikuti pelatihan tersebut sesuai petunjuk teknis dari kementerian. Mereka berasal dari berbagai latar belakang dengan minat di bidang pengolahan makanan.
“Peserta pelatihan adalah mereka yang memiliki minat dan potensi di bidang kuliner. Pelatihan ini akan berlangsung selama delapan hari dan dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia,” katanya.
Dr. Rais menjelaskan, pemilihan Prodi Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang sebagai mitra pelaksana bukan tanpa alasan. Menurutnya, program studi tersebut memiliki fasilitas laboratorium yang lengkap serta tenaga instruktur yang kompeten.
“Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang memiliki laboratorium yang memadai dan instruktur yang berpengalaman. Bahkan alumninya telah banyak bekerja dan berkarier hingga ke luar negeri. Karena itu kami mempercayakan pelatihan ini dilaksanakan bersama UMS Rappang,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Prodi Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang, Damayanti Trisnasari,S.Pd., M.Pd atau yang akrab disapa Chef Dama, menjelaskan bahwa peserta tidak hanya diajarkan mengolah produk unggas, tetapi juga akan dibekali pengetahuan dasar yang dibutuhkan untuk membangun usaha kuliner.
“Hari ini kami memulai pelatihan pengolahan produk unggas bersama PKBM Assikolaki dari Yayasan Formasi Mallomo. Peserta akan mendapatkan materi mulai dari higiene dan sanitasi dapur, teknik dasar memasak, hingga cara menyiapkan dan mengolah unggas dengan benar,” jelasnya.
Chef Dama menambahkan, peserta juga akan dibekali kemampuan menghitung harga pokok produksi dan menentukan harga jual produk agar memiliki bekal berwirausaha setelah pelatihan selesai.
“Banyak peserta yang berharap tidak hanya diajarkan memasak, tetapi juga bagaimana menjual produk dengan baik. Karena itu kami juga akan memberikan materi tentang perhitungan biaya produksi dan harga jual agar mereka bisa memperoleh keuntungan yang tepat ketika membuka usaha sendiri,” katanya.
Ia menegaskan konsep pelatihan yang diterapkan adalah “latih sampai bisa”, sehingga peserta diharapkan benar-benar menguasai keterampilan yang diberikan.
“Mereka harus memahami standar kebersihan, menguasai teori dasar, mampu mengolah produk unggas dengan baik, dan yang terpenting mampu memasarkan hasil produksinya. Jadi targetnya bukan sekadar bisa memasak, tetapi juga mampu berwirausaha dan menghasilkan keuntungan,” tutupnya.















